
Salatiga – Layanan Angkutan Kota Kami Ikut Peduli Anak Sekolah (KIPAS) 1245 di Launching Walikota Salatiga bersama Dinas Perhubungan Kota Salatiga di Kampus 3 IAIN Salatiga Jumat (14/6). Hadirnya layanan tersebut bertujuan untuk melayani masyarakat di jalur pendidikan kota Salatiga guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat pada wilayah potensial yang belum terlayani jaringan rute angkutan umum, memberdayakan potensi angkutan yang ada dengan memberikan dan meningkatkan pelayanan transportasi yang mudah, aman, selamat, nyaman dengan harga terjangkau.
Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di wilayah Kota Salatiga sebagai bagian dari sistem transportasi nasional harus dikembangkan potensi dan perannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas dan angkutan jalan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah, serta peningkatan pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat. Dalam penyelenggarakan lalu lintas dan angkutan jalan perlu adanya suatu pembinaan dari pemerintah kota dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Salatiga selaku pemegang otoritas lalu lintas dan angkutan jalan, untuk meningkatkan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan dengan memperhatikan seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Suatu tantangan yang harus kita lakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Hari ini , Dinas Perhubungan melaunching pemanfaatan teknologi di angkutan kota Salatiga. Harapannya masyarakat, mahasiswa maupun mahasiswi dapat dilayani. Sehingga angkota yang ada bisa mengeliat kembali,” Jelas Yuliyanto.
Dirinya menambahkan bahwa dengan hadirnya jalur KIPAS 1245, masyarakat beserta pengusaha maupun awak angkota di jalur yang telah ditentukan, bisa menjadi solusi akan kebutuhan dari masyarakat. Pada akhirnya akan mampu meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat.
“ Inovasi ini merupakan solusi dan jawaban atas kekhawatiran yang ada beberapa waktu lalu. Dengan adanya teknologi yang dimanfaatkan maka akan memberikan kontribusi positif nantinya,” Harapnya.
Angkutan Kota (angkota) dituntut tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Meraka harus menyesuaikan dengan kondisi sekarang.
“ Semoga terus dijaga dengan pelayanan yang baik. Nantinya akan menjadi contoh yang baik buat lainnya,” Bebernya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga, Sidqon Effendi menjelaskan bahwa di kota Salatiga masih ada beberapa wilayah yang belum terindentifikasi dan belum terlayani oleh jaringan pelayanan angkutan umum khususnya masyarakat, pelajar dan mahasiswa.
“ Kita lihat di Kelurahan Kalibening yang terdapat SMK Negeri 3, kelurahan Ledok terdapat SMP Negeri 8 dan kelurahan Pulutan yang terdapat kampus 3 IAIN Salatiga dimana masing-masing mempunyai jumlah murid maupun mahasiswa yang besar, namun kondisinya belum terlayani jaringan angkutan umum,” Ujarnya.
Guna memberikan kemudahan aksesibilitas dan mobilitas bagi mereka, maka kami berinovasi mengajak stakeholder seperti Organda, IPAS, Paguyuban jalur angkota, IAIN, SMP, SMK, pondok pesantren, dll dengan memberdayakan potensi angkota yang ada untuk melakukan terobosan tersebut.
“Untuk jaringan yang kita siapkan diharapkan bisa bermanfaat , agar kebutuhan masyarakat akan angkota dapat terpenuhi,” Bebernya.
Sidqon menambahkan bahwa jalur angkota yang akan digunakan ada 4 jalur trayek. Keempat jalur ini yakni, Jalur 1B yakni dari Tamansari-IAIN Kampus III-Karangrejo, untuk Jalur 2B yakni Tamansari-IAIN Kampus III-Modangan, kemudian di Jalur 4B mulai Tamansari-SMKN 3- SMPN 8-Kalibening, dan yang terakkhir 5B mulai Tamansari-SMPN 8-Cengek.




